18 Jul 2022

MEMBANGUN KARAKTER PESERTA DIDIKKU DI ERA VIRTUAL

(Tulisan ini sebagai refleksi dari kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara virtual pada masa pandemi Covid -19)

Oleh Eva Hartati (SMA N 16 Jakarta)

Pembangunan karakter merupakan hal yang sangat penting bagi kemajuan sebuah bangsa bahkan dalam membangun peradaban, kararakter sebagai pola prilaku yang menjadi ciri khas dari setiap orang yang dapat membentuk mereka menjadi manusia baik dan dapat diterima dengan baik pula oleh manusia lainya. Dengan karakter yang baik seseorang dapat mencapai kesuksesannya,  dan individu yang berkarakter akan dapat diterima oleh siapapun, baik keluarga, lingkungan masyarakat bahkan bangsa dan negaranya. Tujuan pembangunan karakter pada dasarnya adalah untuk membentuk generasi bangsa yang tumbuh dan berkembang dengan karakter yang bernafaskan nilai-nilai pancasila, nilai luhur, adat, dan agama. Generasi atau individu adalah penentu hidup bangsa dimasa yang akan datang. Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki generasi yang berkarakter.

Dalam konteks Pendidikan karakter, sekolah menjadi salah satu bangunan pokok yang menjadi tempat bagi terbantuknya karakter individu. peserta didik  menjalani rutinitas keseharian mereka di sekolah dan mereka belajar banyak hal di sekolah, mulai dari pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku, yang kemudian dapat membentuk karakter mareka, dimana mereka kemudian dapat menjadi manusia yang bertanggungjawab, mampu mengambil keputusan yang baik dalam hidup mereka dan dapat menebar manfaat kepada orang lain.

Dalam kondisi pembelajaran tatap muka, kehadiaran peserta didik di Sekolah dan interaksi yang terjadi antara peserta didik, guru, tenaga kependidikan dan segenap warga sekolah lainnya  dapat membentuk kebiasaan  dan prilaku yang mencerminkan harapan dari visi dan misi sekolah, yang sesuai dengan nilai luhur Pancasila. Di Sekolah peserta didik hadir dengan semangat, guru menyapa, menuntun sikap, merapihkan kebiasaan bahkan memberikan contoh sikap dengan sentuhan langsung kepada peserta didik. Pembelajaran tatap muka yang dilakukan oleh guru dalam kelas tidak hanya menyentuh aspek bangunan pengetahuan dan keterampilan peserta didik tetapi menuntun siswa bersikap sopan santun, berani bertanggung jawab, disiplin, mandiri, tegas, bekerjasama dan sifat sifat baik lainnya yang terintegrasi dalam interaksi yang dibangun di kelas maupun dilingkungan sekolah. Dalam kondisi seperti ini penanaman karakter menjadi sesuatu yang berarti dan memberikan dampak yang signifikan terhadap peserta didik. Di SMA Negeri 16 sebagai suatu contoh nyata, peserta didik sangat terbiasa menyapa saat bertemu guru, maupun teman mereka, bahkan sesama warga sekolah, mengucap salam dengan sopan dan santun, peserta didik disiplin hadir di sekolaha dan displin dalam pembelajaran, disiplin dalam mengikuti kegiatan tadarus bagi yang muslim dan doa pagi bagi yang non muslim, peserta didik terbiasa melakukan upacara setiap hari senin pagi dan terbiasa menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya sebelum pembelajaran, mereka juga mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sesuai jadwal yang ditetapkan, dan banyak lagi kebiasaan kebiaasan lain yang dilakukan yang kemudian memberikan kontribusi pada terbentuknya peserta didik yang berkarakter di SMA Negeri 16 Jakarta.

Sementara ini sudah lebih dari 2 tahun pandemi covid-19 melanda negara kita dan hingga kini masih berlangsung, sesuai dengan aturan pemerintah dan untuk  menjaga agar covid-19 ini bisa teratasi, maka peserta didik belajar secara virtual/online. Seluruh peserta didik dan guru beradaptasi dengan pembelajaran secara virtual, interaksi terjadi di dunia maya, dalam kondisi ini semua kita tetap diminta dapat melakukan pembelajarang dengan maksimal termasuk tetap dapat membangun karekter siswa dengan baik. Kita semua menyadari pembelajaran virtual memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Dalam hal membangun karakter peserta didik pada pembelajaran virtual bukanlah hal yang mudah, karena interkasi terbatas pada dunia maya membuat guru tidak dapat menyentuh langsung peserta didik, bahkan pembiasaan dalam menjaga kedisiplinan dan kerapihan pada peserta didik seringkali terabaikan, karena hambatan interaksi yang terjadi. Beberapa Pakat yang tidak dapat kita elakkan dari pembelajaran virtual adalah sebagai berikut :

1. Keterbatasan akses internet oleh peserta didik

Salah satu kekurangan belajar secara virtual adalah peserta didik harus menyediakan kuota internet yang cukup, pada beberapa kasus peserta didik kehabisan kuota atau juga terkendala jaringan/akses intenet, sehingga mereka kehilangan kontak atau interaksi dengan guru saat pembelajaran.

2. Berkurangnya interaksi peserta didik dengan pengajar

Metode pembalajaran yang efektif haruslah 2 arah, tetapi pada pembelajaran virtul, seringkali interkasi menjadi terhambat atau terbatas. Pada pembelajaran virtual sering terjadi saapan guru terHadap peserta didik, mengalami respon yang lambat, sehingga memakan waktu yang cukup lama untuk bisa menyapa dan menunggu respon peserta didik

3. Pemahaman materi

Materi yang diajarkan secara virtual bisa saja direspon berbeda pada setiap peserta didik, karena kondis konsentarasi, akses dan fasilitas yang dimiliki oleh para peserta didik berbeda satu sama lain.

4. Minimnya pengawasan dalam belajar

Pada pembelajaran tatap muka, siswa di kelas maupun disekolah terawasi dengan baik oleh guru, karena guru dan siswa dalam satu ruang yang nyata, tetapi pada pembelajaran virtual pengawasan guru sangat minim, karena terbatasnya akses guru terhadap siswa, terkadang peserta didik enggan menyalakan kamera bahkan respon pun sangat minim dari peserta didik, saat di sapa oleh guru.

 

Dari kondisi yang seperti diatas maka sangat perlu bagi guru dan sekolah menyusun formula agar dalam kegiatan belajar peserta didik yang dilakukan secara virtual dapat tetap mampu membangun karakter peserta didik, walaupun disadari tingkat hasil maksimal masih belum bisa dicapai dengan baik.

Beberapa upaya yang sudah dilakukan oleh SMA Negeri 16 Jakarta, dalam rangka membangun karakter peserta didik sesuai dengan visi misi sekolah antara lain:

1. Membuat tata tertib bagi peserta didik untuk pembelajaran virtual atau daring. Dalam pembelajaran virtual peserta didik harus sesuai dengan tata tertib, contoh peserta didik tetap hadir dalam meet dengan menggunakan seragam sekolah sesuai dengan jawal sekolah, peserta didik tetap menjaga etika dan penampilan saat bertemu di meet.

2. Menjaga kehadiran siswa secara disiplin dengan guru mata pelajaran  mapun pada kegiatan sekolah lainya, dengan presensi langsung kepada guru yang kemudian dilaporkan kepada piket, maupun presensi oleh wali kelas pada kegiatan sekolah. Bagi peserta didik yang tidak hadir pada kegiatan sekolah atau belajar di kelas maka wali kelas atau guru melkakukan komunikasi kepada orang tua untuk memastikan kabar peserta didik.

3. Pada setiap memulai pertemuan pembelajaran peserta didik mempersiapkan kelas dan berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan  masing-masing.

4. Kegiatan pembiasaan seperti doa pagi, tadarus pagi tetap dilaksanakan secara virtual dengan pendampingan guru mata pelajaran dan wali kelas.

5. Tetap membuat kegiatan pembinaan hari senin, yakni mengganti kegiatan upacara dengan pembinaan karekater dengan pola seperti kegiatan upacara secara virtual.

6. Tetap melaksakanakan bimbingan kerohanian zikir pagi pada setiap hari jumat pagi  dan doa pagi bagi peserta didik non muslim secara virtual.

7. Tepat mengadakan kegiatan peringatan hari-hari besar nasional maupun peringatan hari besar keagamaan yang diselenggarakan secara virtual.

8. Melakukan pembinaan pada peserta didik yang sering tidak hadir di meet mata pelajaran ataupun pada kegiatan pembinaan sekolah, pembinaan dilakukan secara virtual dengan berkomunikasi dengan orang tua peserta didik untuk mengali lebih dalam kendala yang dihadapi oleh peserta didik dalam pembelajaran secara virtul.

9. Masing- guru mata pelajaran saat pemblajaran virtual tetap berupaya melakukan penanaman nilai-nilai karakter yang sesuai dengan visi dan misi sekolah.

Dari berbagai upaya yang dilakukan oleh segenap komponen SMA Negeri 16 Jakarta untuk membangun karakter peserta didik di era virtual ini memang tidaklah mudah, tetapi buakanlah hal yang menjadi sulit Ketika kita berupaya sedemikian rupa agar dalam kondisi apapun kita selaku pendidik tetap harus bisa menanamkan nilai-nilai karakter yang baik kepada peserta didik, agar peserta didik tetap menadapatkan pengajaran dan penanaman nilai-nilai sekalipun pemeblajaran dilaksanakn secara virtual.

Jakarta,  Oktober 2021

1 Jun 2022

 

KESIMPULAN DAN REFLEKSI MODUL 1.1.

REFLEKSI FILOSOFI PENDIDIKAN NASIONAL – KI HAJAR DEWANTARA

Oleh : Eva Hartati

    Dalam dunia pendidikan nama tokoh Ki Hajar Dewantara tidak bisa dilepaskan dari  sejarah perjuangan pendidikan Indonesia, karena dari beliaulah pendidikan yang memerdekakan lahir. Sejarah pendidikan dimasa kolonial mencatat  bahwa pendidikan pada masa itu hanya ditujukan untuk kepentingan kolonial semata, baru kemudian oleh ki Hajar Dewantara Pendidikan diperjuangkan menjadi Pendidikan yang memerdekakan. 

    Pemikiran Ki Hajar Dewantara konsep Pendidikan berbeda dengan pengajaran, pengajaran merupakan bagian dari Pendidikan. Pengajaran diartikan sebagai cara memberi ilmu atau berfaedah buat hidup anak-anak baik lahir maupun batin, sedangkan pendidikan adalah menuntun segala kodrat anak agar mereka mencapai kebahagiaan dan keselamatan yang setinggi-tingginya, baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Setiap anak memiliki kodrat keadaan yang terdiri atas kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam berkaitan dengan sifat dan bentuk lingkungan dimana anak berada, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan isi dan irama. Tumbuh kembang anak diwarnai oleh kodrat yang mereka miliki dan akan di tebalkan garis kodratnya melalui Pendidikan.

    Dalam mendidik  guru “menuntun”, dalam hal ini  guru sebagai pamong yang memberikan tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya serta dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar. Guru sebagai pendidik bukan mengisi atau menuntut, tapi menuntun anak menemukan potensi kuat dalam diri mereka, mengembangkan cipta, rasa dan karya dalam diri anak untuk kemudian berkembang dan mencapai kemanfaatan bagi diri dan lingkungannya dengan selamat dan Bahagia. Anak-anak juga harus di didik sesuai dengan kodrat zamannya yakni kekuatan, potensi atau keadaan yang berubah secara dinamis sesuai dengan kondisi sosial, budaya masyarakat atau perkembangan zaman. Ki Hajar Dewantara juga menekakan pada konsep Pendidikan yang mendasar pada sosiokultural masyarakat setempat, kekuatan sosio-kultural menjadi proses “menebalkan” kekuatan kodrat anak, dan  Ki Hajar Dewantara juga berpesan untuk guru dapat menuntun anak sesuai zamannya, anak anak dapat tumbuh dan terbuka terhadap perubahan-perubahan dunia tetapi tetap membumi pada karakter sesuai sosio kultur mayarakat lokal.

    Selanjutnya yang tak kalah penting dari pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah Budi pekerti. Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa keluarga merupakan tempat yang utama dan paling baik untuk melatih Pendidikan sosial karakter baik bagi seorang anak. Keluarga menjadi tauladan utama bagi anak bahkan melatih kecerdasan budi pekerti  anak. Lingkungan keluarga dapat menciptakan ekosistem kecil yang kondusif bagi persemaian nilai-nilai karakter baik pada anak.

    Berkaca pada konsep pemikiran KI Hajar Dewantara, secara Kontekstual pemikiran Ki Hajar Dewantara sangat relevan untuk diterapkan dalam Pendidikan saat ini. Dimana selama ini kita menemukan anak anak kita belum merdeka seutuhnya dalam belajar. Ruang-ruang kelas masih menjadi belenggu bagi anak-anak kita kerena mereka tidak di “tuntun”  dalam belajar tapi “dituntut”,  mereka dituntut untuk mengikuti kemauan orang dewasa, sehingga mereka tidak menemukan potensi unik dalam diri mereka yang seharusnya bisa tumbuh dan berkembang secara merdeka. Anak anak kita memiliki sedikit ruang untuk mengeksplorasi diri mereka secara utuh, bahkan tidak ada ruang kolaborasi, dan  Pendidikan masih berpusat pada guru, anak atau murid masih menjadi objek bukan subjek dalam Pendidikan. Oleh karena itu dengan konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara yang dibangun Kembali saat ini kiranya bisa mengembalikan anak-anak kita pada kemerdekaan belajar yang seutuhnya.

    Terlebih pada semboyan KHD dalam Pendidikan yakni “Ing ngarso sung tulodo,  ing madyo mangun  karso dan tut wuri handayani.  Yang berarti guru Ketika berada di depan menjadi tauladan, Ketika berada di tangah dia membangun semangat, dan Ketika berada di belakang  guru mendorong, menopang dan menunjukkan arah yang benar . Semboyan ini senansiasa menjadi pengingat guru dalam mendidik, termasuk saya, selama ini saya sebagai guru telah mencoba menjadi tauladan bagi anak-anak, dengan memberi contoh kebiasaan baik, saya juga membuka ruang bagi anak anak untuk bekolaborasi sesama murid dalam mengerjakan tugas-tugas secara berkelompok, atau  mereka diberikan kesempatan menuangkan ide dan gagasan-gagasan dalam belajar, bergotong royong, kreatif dan berakhlak mulia. Tetapi semua itu belum lah maksimal, karena setalah saya mendalami pemikiran Kihajar Dewantara, saya menemukan bahwa anak-anak memiliki kodrat mereka masing masing yang perlu  tuntunan, dan dengan latar belakang mereka yang berbeda dan beraneka,  maka guru harus bisa  mengenal mereka secara tulus, mendampingi mereka dengan cinta, mengetahui apa yang mereka butuhkan, menyesuaikan dengan apa yang mereka ingin bangun dari dirinya, kemudian guru menuntun mereka untuk peka terhadap perubahan agar mereka tidak tertinggal dengan perubahan zaman, tapi mereka juga tidak melepasakan budi pekerti mereka yang menjadi pegangan hidup. Anak anak tidak bisa disamaratakan, karena mereka masing masing memiliki pribadi yang unik, sebagai contoh setiap anak memilik cara atau gaya belajar yang berbeda, maka sepatutnya kita sebagai guru dapat memilih metoda yang tepat agar anak dapat senang dalam belajar. 

    Adalah sebuah harapan yang kini ada dibenak saya, guru sebagai pendidik harus membangun ekosistem yang kondusif aman dan nayaman bagi tumbuh kembang anak, agar anak merdeka dalam belajar. Mereka bisa berbudi pekerti, menjalakan nilai nilai kagamaan, kreatif, inovatif, mandiri, memahami perbedaan, dan gotong royong. Konsep Ki Hajar Dewantara bahwa Pendidikan menghamba pada anak, menengur saya untuk saya bisa punya cinta yang banyak pada anak anak dalam mendidik, menghamba pada anak bukanlah mengikuti kemauan anak, tetapi memahami kenakaragaman anak, untuk kemudian dapat memperlakukan mereka sesuai dengan kebutuhan mereka dengan cinta yang tulus. Guru juga tidak bisa sendiri dalam mendidik, guru membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak terutama orang tua, karena sejatinya orang tualah yang tau kebutuhan anak-anak  dalam bertumbuh, guru juga perlu berkolaborasi dengan teman sejawat, kepala sekolah dan juga lingkungan masyarakat, agar ekosistem yang dibangun memberikan layanan prima pada anak untuk tumbuh dan berkembang secara maksimal.

    Beberapa hal yang kiranya perlu saya lakukan untuk memperbaharui prilaku saya dalam mendidik antara lain :

Ø  Mempersiapkan kelas dan kondisi kelas yang kondusif, nyaman, aman dan tanpa tekanan, serta membangun kesepakatan kelas dengan komitmen dan tanggung jawab.

Ø  Melakukan tes awal untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelamahan anak, sehingga saya dapat merancang pembelajaran di kelas yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Ø  Menggunakan pendekatan kontekstual dan model pembelajaran yang menyenangkan bagi anak.

Ø  Membangun kemerdekaan belajar anak dengan terbuka terhadap ide dan gagasan anak, dan menjadikan mereka sebagai subjek dalam belajar.

Ø  Menanamkan budaya positif, yang sesuai dengan nilai sosiokultur dari masyarakat, seperti membiasakan salam, senyum dan sapa, berdoa pada awal dan kahir pembelajaran, menyanyikan lagu nasional dan daerah, menjaga kebersihan, sadar lingkungan, perduli sesama, Kerjasama, memiliki rasa tanggungjawab, menghargai, komitmen dan sikap toleransi, serta sikap positif lainnya.

Ø  Membagun hubungan baik dengan orang tua, teman sejawat, manajeman sekolah dan lingkungan masyarakat, agar mampu mendukung lingkungan yang kondusif bagi anak agar merdeka belajar. 

    Dengan beberpa Langkah diatas kiranya saya dapat mewujudkan kemerdekaan belajar bagi anak anak didik saya dan menjadikan mereka manusia yang selamat dan Bahagia.

 

Informasi penulis

Nama : Eva Hartati

CGP Angkatan 5

Unit Kerja : SMA Negeri 16 Jakarta, Propinsi DKI Jakarta

Tahun 2022

 

 

 

 

 

 

 

23 Apr 2019

PPT KEPEMIMPINAN

 DOWNLOAD

SOAL PPKN KELAS XI TENTANG MEWASPADAI ANCAMAN TERHADAP NKRI


1.      perhatikan pernyataan berikut ini :
1)      ideologi Indonesia terletak diantara komunisme dan liberalisme
2)      letak geografi Indonesia berada diantara dua benua yakni benua asia dan benua Australia
3)      kebudayaan Indonesia berada dinatara kebudayaan timur diutara dan kebudayaan barat di  selatan
4)      letak geografi Indonesia berada diantara dua samudra yakni samudra hindia dan samudra pasifik
5)      ekonomi Indonesia berada diantara system ekonomi sosialis di utara dan system ekonomi kapitalis di selatan
data diatas adalah merupakan aspek  alamiah dan sosial yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sehingga bangsa perlu mewaspadai berbagai ancaman yang datang, adapun yang merupakan aspek sosial dari data diatas adalah…
A.     1), 2), dan 3)
B.     1), 2), dan 4)
C.     1), 3), dan 5)
D.     2), 3), dan 5)
E.      3), 4), dan 5)

2.      Setiap usaha dan kegiatan, baik dari dalam maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah Indonesia, serta keselamatan seluruh bangsa, merupakan pengertian dari …
A.     ketahanan nasional
B.     Demokratisasi
C.     Politik
D.     Ideologi
E.      Ancaman

3.      Dalam menghadapi berbagai ancaman yang kerap menyerang negara kita, maka berbagai upaya dilakukan diantaranya dengan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, menggelorakan semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai persatuan bangsa, menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai konstitusi/UUD 1945 dan melaksanakan usaha pertahanan negara. Berdasarkan upaya yang dilakukan, contoh kasus yang mengancam persatuan bagi bangsa Indonesia adalah…
A.       Peperangan antar suku di papua
B.        Perkelahian antar pelajar di sekolah
C.        Masuknya teknologi baru ke Indonesia
D.       Maraknya kasus korupsi kepala daerah
E.        Masuknya tenaga kerja asing di Indonesia

4.      Berikut ini merupakan bentuk ancaman dalam bidang militer, kecuali..
A.     Agresi
B.     Sabotase
C.     Spionase
D.     Aksi demokrasi
E.      Pelanggaran wilayah

5.      Spionase merupakan kegiatan dari intelijen yang dilakukan untuk…
A.     Mendapatkan informasi atau rahasia militer atau negara
B.     Memperlakukan pemberontakan sebagai seni
C.     Pengiriman kelompok bersenjata
D.     Merusak instansi penting militer
E.      Memasuki wilayah tanpa izin

6.      Berikut ini merupakan ciri ciri khusus dari aksi terorisme, kecuali..
A.     Bergerak dalam kelompok
B.     Beroperasi di  bawah tanah (rahasia)
C.     Blokade tehadap pelabuhan atau pantai
D.     Umumnya terkait dengan jaringan internasional
E.      Menggunakan perangkat atau senjata canggiih dan mematikan

7.      Ancaman non militer dalam dimensi ideologi yang kedua adalah masuknya ideologi liberalisme ke Indonesia. Bentuk-bentuk penetrasi nilai kebebasan yaitu ideologi liberalisme ini dianggap sebagai salah satu ancaman karena sangat tidak sesuai dengan kepribadian Indoenesia dan dikhawatirkan bisa merusak sendi-sendi kehidupan Bangsa Indonesia dan juga bisa memicu terjadinya proses disintegrasi bangsa. Yang dimaksud dengan  ideologi Liberalisme adalah…
A.     Ideologi dimana negara mengatur secara peneuh semua aspek kehidupan dalam masyarakat
B.     Ideologi yang menginginkan persamaan bagi seluruh masyarakat baik secara politik maupun ekonimi
C.     Ideologi yang menguntamakan ajaran agama sebagai landasan kehidupan berbangsa dan berbegara
D.     Ideologi yang mencita-citakan suatu masyarakat yang memiliki kebebasan berpikir bagi setiap individunya.
E.      Ideologi yang mempersatukan kebebasan individu disatu sisi dan menjunjung tinggi penguasaan hak  atas nama pemerintah

8.      Strategi yang dilakukan oleh pemerintah negara RI dalam mengatasi semua potensi ancaman dari dalam/luar negeri dan juga solusi ancaman non militer ataupun militer yang perlu dilakukan dalam berbagai bidang terutama ideologi adalah sebagai berikut, kecuali..
A.     Pemberantasan gerakan separatis dan terosirme
B.     Peningkatan rasa patriotisme dan nasionalisme masyarakat
C.     Pembekalan mental spiritual masyarakat secara berkesinambungan
D.     Penyuluhan kepada masyarakat tentang ideologi dan nilai pancasila
E.      Melakukan perbaikan ekonomi masyarakat dan  perbaikan infrastruktur

9.      Maraknya korupsi dilingkungan pemerintahan merupakan salah satu ancaman yang berasal dari dalam negeri, khususnya dalam bidang…
A.     Ideologi
B.     Politik
C.     Ekonomi
D.     Sosaial
E.      Budaya

10.  Salah satu bentuk ancaman dalam bidang politik yang berasal dari luar negeri adalah..
A.     Masuknya modal asing
B.     Masuknya budaya asing
C.     Masuknya ideologi liberal
D.     Intimidasi asing terhadap Indonesia
E.      Adanya impor barang dari luar negeri

11.  Perhatikan pernyataan berikut :
1)      Penguatan lembaga legislatif
2)      Menyeleksi budaya dari luar
3)      Penataan sistem politik yang lebih baik
4)      Menjaga stabilitas politik bangsa Indonesia
5)      Menjalin kerja sama ekonomi dengan negara lain
6)      Penguatan aspek penyelenggaraan pemerintahan negara
Dari pernyataan diatas yang termasuk dalam strategi dalam menghadapi ancaman dalam bidang politik adalah…
A.     1), 2), 3) dan 4)
B.     1), 2), 3) dan 5)
C.     1), 3), 4) dan 6)
D.     2), 3), 4) dan 5)
E.      2), 3), 5) dan 6)

12.  Seperti yang kita tahu pengangguran menjadi salah satu masalah yang ada di Indonesia dan setiap tahun tingkat pengangguran di Indonesia ini semakin tinggi saja. Jika tingkat pengagguran di Indonesia semakin tinggi maka itu sama saja seperti juga meningkatkan tingkat kemisikanan. Pengangguran yang angkanya tidak besar ini menjadi salah satu ancaman yang terjadi di dalam bidang ekonomi dari dalam negeri. Menjadi salah satu ancaman ekonomi karena dampaknya bagi negara pun juga besar, karena tingkat pengangguran yang tinggi bisa menghambat kemajuan bangsa dan negara. penggangguran merupakan salah satu ancaman dari dalam negeri khususnya bidang..
A.     Ideologi
B.     Politik
C.     Ekonomi
D.     Sosial
E.      Budaya
F.      Pertahanan keamanan

13.  Yang tidak termasuk pengaruh negatif globalisasi ekonomi yang dapat menjadi ancaman kedaulatan Indonesia, khususnya dalam bidang ekonomi adalah..
A.     Sektor sektor ekonomi rakyat yang diberikan susbsidi semakin berkurang
B.     Timbulnya kesenjangan sosial yang tajam sebagai akibat adanya persaingan bebas
C.     Indonesia dibanjiri oleh barang-barang dari luar negeri seiring dengan adanya perdagangan bebas
D.     Timbulnya kemandirin industri dalam negeri yang memberikan dampak pertumbuhan ekonomi negara menjadi tinggi
E.      Penguasaan  perekonomian oleh pihak asing seiring dengan mudahnya orang asing menanamkan modalnya di Infonesia

14.  Salah satu ancaman bidang ekonomi yang berasal dari dalam negeri adalah  inflasi, salah satu stratrgi menghadapi inflasi adalah…
A.     Melakukan beberapa kebijakan seperti misalnya kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan kebijakan non moneter.
B.     Meningkatkan pelatihan kerja dan pelatihan keterampilan untuk industri modern
C.     Membuka lebih luas lagi kesempatan untuk bekerja ke luar negeri
D.     Penciptaan lapangan kerja yang bersifat padat karya
E.      Pemerataan pembangunan infrastruktur

15.  Munculnya isu-isu mengenai kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, serta ketidakadilan yang menjadi dasar timbulnya konflik vertikal antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, beserta dengan konflik horizontal yakni suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA), merupakan bentuk ancaman bagi bangsa Indonesia dan  harus diwaspadai, ancaman tersebut merupakan ancaman dalam bidang…
A.       Ideologi
B.        Politik
C.        Ekonomi
D.       SoSial budaya
E.        Pertahanan dan keamanan


  Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin. Tugas 3.1.a.8.1 Blog Rangkuman Koneksi Antar Materi Modul 3.1 Fasil...